Dalam Acara Pelantikan DPD PPMI Tanta

Pelantikan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Pelajar dan Mahasiswa Indonesia di Tanta, Mesir.

Ma'radh Cafe

Meeting Manajemen Haita CafRest.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Gallery Burgal Van Jogja

Haita CafeRestoran bersama Burgal Van Jogja.

Cafe Istad

Cafe Istad Tanta with Friends.

Tampilkan postingan dengan label Keilmuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Keilmuan. Tampilkan semua postingan

Keutamaan dan Amalan-Amalan Malam Nishfu Syaban

Keutamaan Malam Nishfu Syaban

Keutamaan malam Nishfu Sya‘ban sebagaimana dijelaskan dalam hadits shahih dari Mu‘az bin Jabal Radhiallahu ‘anhu, bersabda Rasulullah Saw. yang artinya: “Allah menjenguk datang kepada semua makhluk-Nya di Malam Nishfu Sya‘ban, maka diampuni segala dosa makhluk-Nya kecuali orang yang menyekutukan Allah dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah, at-Thabrani dan Ibnu Hibban)

Begitu juga dalam hadits lain yang diriwayatkan oleh ‘Aisyah RA., beliau berkata: "Suatu malam Rasulullah Saw shalat, kemudian beliau bersujud panjang, sehingga aku menyangka bahwa Rasulullah Saw telah diambil, karena curiga maka aku gerakkan telunjuk beliau dan ternyata masih bergerak. Setelah Rasulullah Saw. selesai shalat beliau berkata: "Hai ‘Aisyah engkau tidak dapat bagian?". Lalu aku menjawab: "Tidak ya Rasulullah, aku hanya berfikiran yang tidak-tidak (menyangka Rasulullah telah tiada) karena engkau bersujud begitu lama". Lalu Rasulullah Saw. bertanya: "Tahukah engkau, malam apa sekarang ini?”. "Rasulullah yang lebih tahu", jawabku. "Malam ini adalah malam Nishfu Sya'ban, Allah mengawasi hambanya pada malam ini, maka Ia memaafkan mereka yang meminta ampunan, memberi kasih sayang mereka yang meminta kasih sayang dan menyingkirkan orang-orang yang dengki" (HR. Baihaqi). Menurut perawinya hadits ini mursal (ada rawi yang tidak sampai ke Sahabat), aka tetapi hadits ini cukup kuat.

Malam Nishfu Sya‘ban juga termasuk malam-malam yang dikabulkan doa. Imam asy-Syafi‘i dalam kitabnya al-Umm, berkata: “Telah sampai pada kami bahwa dikatakan: sesungguhnya doa dikabulkan pada lima malam, yaitu malam Jum’at, malam hari raya Idul Adha, malam hari raya ‘Idul fitri, malam pertama di bulan Rajab dan malam Nishfu Sya‘ban.”

Amalan-Amalan dalam Malam Nishfu Sya‘ban

Untuk menghidupkan Malam Nishfu Sya‘ban dapat kita lakukan dengan berbagai cara, tapi hal-hal tersebut dilakukan dengan cara-cara yang baik yang tiak bertentangan denga syri'at.

Di antara hal yang dianggap bid‘ah dan bertentangan dengan syariah oleh sebagaian ulama dalam malam Nishfu sya’ban itu adalah shalat sunat Nishfu Sya‘ban. Menurut sebagian ulama, shalat sunat Nishfu sya’ban sebenarnya tidak tsabit, tidak kuat dasar hukumnyadan dan tidak ada dalam ajaran Islam. Seperti Imam an-Nawawi dan Imam Ibnu Hajar telah menafikan adanya shalat sunat Nishfu Sya‘ban. Karena menurut beliau suatu shalat itu disyariatkan cukup sandarannya pada nash Al-Qur'an atau pada hadits nabi.

Jika seseorang itu masih juga ingin melakukan shalat pada malam Nishfu sya’ban, maka sebaiknya dia mengerjakan shalat-shalat sunat lain seperti sunat Awwabin (di antara waktu maghrib dan Isya'), shalat Tahajjud diakhiri dengan shalat Witir atau shalat sunat Muthlaq bukan khusus shalat sunat Nishfu Sya‘ban. Shalat sunat Muthlaq ini boleh dikerjakan kapan saja, baik pada Malam Nishfu Sya‘ban atau pada malam-malam lainnya.

Tapi ulama lain seperti Imam al-Ghazali dalam kitabnya al-Ihyaa’ (Juz 1 hal. 210) menyatakan bahwa shalat malam Nishfu sya’ban adalah sunat dan hal itu dilakukan pula oleh para ulama salaf. Bahkan para ulama salaf menamakan shalat tersebut sebagai shalat khair (shalat yang baik). Begitu juga ulama-ulama lain seperti al-Allamah al-Kurdi. Selain dalam kitab al-Ihyaa’ juga dalam kitab-kitab lain seperti Khaziinah al-Asraar (hal. 36), al-’Iaanah (Juz 1 hal. 210), al-Hawaasyi al-Madaniyyah (Juz 1 hal. 223), dan al-Tarsyiih al-Mustafiidiin (hal. 101).

Nah, terlepas dari ‘kontroversi’ tentang amalan-amalan pada malam Nishfu syaban khususnya tentang shalat Nishfu sya’ban yang dianggap bid’ah oleh sebagian ulama dan dianggap sunat oleh ulama lain, maka kita sangat dianjurkan untuk meramaikan malam Nishfu Sya'ban dengan cara memperbanyak ibadah, salat, dzikir membaca al-Qur'an, berdo'a dan amal-amal shalih lainnya seperti puasa pada siang harinya sebagaimana dicontohkan Rasulullah Saw. sehingga kita tidak termasuk orang-orang yang lupa akan kemuliaan bulan sya’ban ini. Wallah a’lam bishawab!

NU Online

I-4, Upaya Mengulang Kejayaan Ulama Nusantara

Tak disangka-sangka, rencana penyelenggaraan Workshop Internasional dan Sosialisasi Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional untuk wilayah Timur Tengah, Afrika dan Asia Selatan menuai respon yang sangat besar. Entitas ini berubah menjadi raksasa yang untuk memahaminya secara integral nyaris tidak bisa terwujud. Penilaiannya secara perspektif atau melihatnya dari angle tertentu lebih mengemuka dan menggempita di dunia maya elektronika. Pertama-tama adalah respon beberapa pembaca situs berita Detik.com terkait rencana penyelenggaraan acara ini. Ada satu dua pembaca yang mempertanyakan kapasitas atau kompetensi ilmuwan Timur Tengah –yang nota bene berlatar-belakang ilmu-ilmu keislaman- dalam mendiskusikan masalah terorisme. Lalu diikuti juga oleh beberapa elemen masisir lebih suka menengok ke belakang, mempertanyakan kembali keterwakilan koorodinator I-4 Timteng, Afrika dan Asia Selatan dalam organisasi para ilmuwan ini, sebagaimana ada juga yang melihat ketimpangan hubungan I-4 dengan organisasi induk masisir.

Kalau melihat judul dari acara ini, yakni sosialisasi, maka bisa dikatakan bahwa gegapnya respon terhadap acara ini menunjukkan target acara ini nyaris tercapai. Penulis sendiri dengan kapasitas sebagai Ketua Steering Committe, dalam rapat perdana panitia Workshop Internasional dan Sosialisasi I-4 kawasan Timur-Tengah, Afrika dan Asia Selatan, mengatakan bahwa yang dimaksud dengan sosialisasi adalah sejauh mana Masisir khususnya, dan masyarakat Indonesia di kawasan Timur Tengah, Afrika dan Asia Selatan pada umumnya, mengetahui apa itu I-4 baik secara kuantitatif maupun kualitatif.

Kuantitatif maksudnya diraih jumlah yang maksimal dari obyek sasaran, sementara kualitatif maksudnya diraih pemahaman yang baik mengenai I-4. Respon-respon yang diarahkan kepada I-4 patut dipahami sebagai upaya memahami I-4 dengan baik. Barangkali Panitia harus lebih sabar meladeni respon-respon yang ada meskipun menurut pandangan mereka terkesan berbobot simpel dan insignificant.

Tidak bermaksud melebih-lebihkan konsep dan kerja koordinator berikut panitia yang menyertainya, tapi upaya untuk menyuguhkan apa dan bagaimana I-4 mulai dari sejarah berdirinya, rekonstruksi rancang bangun organsisai I-4 sampai target-target yang akan diraih untuk masa sekarang dan mendatang sudah digodog dengan cukup matang. Dalam sesi brainstorming misalnya, para stakeholders I-4, baik pusat maupun kawasan akan memaparkan dengan gamblang semua hal terkait dengan I-4.

Dalam sesi berikutnya, yakni keorganisasian I-4, akan dibahas mengenai bangunan organsisasi I-4, khususnya untuk kawasan Timur-Tengah, Afrika dan Asia Selatan. Di sinilah para peserta ditantang untuk membuat bangunan rumah I-4 yang kokoh, mempunyai visi ke depan yang jelas dan memberikan manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia. Kita sangat berharap peserta dari Mesir berperan aktif dan mewarnai dalam sesi ini karena di samping sebagai peserta mayoritas, mereka adalah tuan rumah sekaligus tumpuan harapan para generasi setelahnya.

Satu lagi yang tak luput dari bidikan jeli panitia adalah sesi futuristik, yakni pembahasan mengenai garapan unggulan I-4 Timteng dan Afrika. Pada sesi inilah para peserta ditantang untuk membuat program-program yang bersinergi dengan program-program I-4 di kawasan lain, atau lebih dari itu, mampu menyuguhkan program-program yang berkualitas tapi sarat dengan sumbangsih yang tinggi pada masyarakat Indonesia. Sesi ini bisa juga dikatakan sebagai upaya mengulang sejarah kejayaan para ulama Nusantara tempo doeloe, di mana ketika mereka bermukim di negeri orang, mereka berkumpul mengonsep pendidikan, kesejahteraan masyarakat, masa depan bangsa. Buah dari “ilmuwan-ilmuwan Nusantara tempo doeloe’ inilah yang merupakan cikal-bakal kemunculan pesantren-pesantren, metode-metode belajar mengajar, dan organisasi-organisasi masa, yang manfaatnya masih bisa kita rasakan sampai sekarang ini.

Sebagai bentuk realisasi dari kerja para ilmuwan, panitia juga menyediakan waktu yang cukup longgar untuk membahas dua tema krusial bagi negara kita, yakni Terorisme dan Human Trafficking. Sesi ini akan menjadi sangat menarik, karena dua tema yang menurut common sense sangat lekat dan erat dengan disiplin sosiologi umum akan dibahas oleh para ilmuwan yang berlatar-belakang ilmu-ilmu keislaman seperti Tafsir, Hadis, Dakwah Islamiyah, dan lain-lain. Lalu bagaimanakah para ilmuwan dengan latar belakang seperti itu akan membahas dua tema tersebut? Apakah dua tema tersebut sejatinya memang terkait dengan masalah-masalah keagamaan? Lagi-lagi sesi ini akan bertambah menarik, karena para ilmuwan muda dalam membahas masalah ini akan dipandu oleh guru besar yang berkompeten dalam bidang ini. Satu hal yang tentu akan mengingatkan kita akan dunia akademis yang kritis, konstruktif dan terarah.

Akhiran, di tengah derasnya respon yang beragam menanggapi acara ini, penulis berharap teman-teman panitia bisa menampung semua aspirasi Masisir demi kesuksesan acara ini pada khususnya, dan terbangunnya pemahaman utuh atas I-4 secara umum. Semoga Allah membalas kebaikan orang yang berkhidmah demi ilmu dan ulama dengan yang lebih baik. Dan semoga organisasi ini bias berkembang sebagai sunnah hasanah yang akan terus berproses, serta memberi manfaat seluas-luasnya kepada masyarakat Indonesia.

M. Saifuddin, M.A (Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional)

Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan Demi Keadilan

“Mereka tidak tahu kecuali bahwa saya hanya dipukul. Saya tidak cerita kepada suami. Saya sangat takut dan merasa sangat malu. Saya tidak berani ambil risiko dan tidak berani membayangkan kalau suami saya tahu. Kemungkinan besar, dia tidak bisa menerima bahwa saya sudah ditiduri oleh orang lain, walaupun itu diperkosa … Malu, kalau terjadi perceraian dan masyarakat nanti akan cari tahu [apa alasannya].” (Perempuan Aceh, korban penyiksaan seksual pada masa konflik bersenjata, 2003)

Komnas Perempuan bekerja dengan berpedoman pada prinsip bahwa hak korban mencakup hak atas kebenaran, keadilan dan pemulihan. Ketiga hak ini saling kait mengkait, tidak dapat dipisah-pisahkan dan merupakan satu kesinambungan yang menghubungkan pemulihan diri yang personal dengan pemulihan kehidupan bermasyarakat dan bernegara yang lebih luas. Dari pengalaman menerapkan prinsip tersebut selama ini terlihat peran lembaga dan komunitas agama merupakan kunci dalam memberikan bantuan praktis jangka pendek bagi perempuan korban maupun dalam upaya jangka panjang untuk membangun kesadaran baru di tengah masyarakat agar kekerasan yang dialami para korban tidak terulang lagi.

Salah satu upaya dalam rangka membangun kesadaran bersama ini, Komnas Perempuan bekerja sama dengan kelompok-kelompok agama (Nahdhatul Ulama, Muhammadiyah, Kristen, dan Katolik) untuk menyuarakan respon positif mereka terhadap gerakan penghapusan kekerasan terhadap perempuan. Kerja sama dengan komunitas agama ini dibangun melalui para teolognya dengan berproses bersama melalui sebuah dialog yang konstruktif dan berkesinambungan antara perempuan korban dan komunitas serta pemuka agamanya, demi kebenaran, keadilan dan pemulihan.

Buku dengan judul Memecah Kebisuan: Agama Mendengar Suara Perempuan Korban Kekerasan Demi Keadilan (Respon NU) ini mengangkat beberapa kasus kekerasan, yakni poligami yang merupakan celah atau peluang terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), kondisi perempuan kepala keluarga di lingkungannya, serta perempuan-perempuan yang memilih profesi sebagai buruh migran (TKW) untuk melanjutkan kehidupan yang lebih baik bagi diri dan keluarganya. Tiga fenomena ini cukup menjelaskan tindakan kekerasan dialami perempuan di tengah-tengah masyarakat yang patriarkal dan pemahaman yang “keliru” terhadap ajaran agama telah meminggirkan, mendiskriminasi bahkan menihilkan keberadaan perempuan.

Sebagai sebuah sikap, buku ini menawarkan cara pandang baru dari perspektif agama (Islam) dalam memandang perempuan korban kekerasan. Ia meminta rumusan yang lebih adil bagi perempuan tentang kodrat, penjaga kesucian (diri, keluarga, dan komunitas), perempuan sebagai anak, istri, dan kepala keluarga, bahkan tentang perempuan sebagai warga negara dan juga pejabat publik. Sejarah nasib perempuan sebelum dan sesudah Islam diajarkan kepada masyarakat juga dipaparkan dalam buku ini: bagaimana perempuan dikubur hidup-hidup ketika lahir karena dianggap aib dalam keluarga hingga diperjualbelikan, dipaksa kawin dan melacur. Agama Islam lahir pada saat itu untuk meninggikan nilai-nilai kemanusiaan. Perempuan diangkat harga dirinya karena demikianlah manusia seharusnya.

Beberapa rekomendasi buku ini ditujukan kepada tokoh agama, organisasi perempuan Islam, dan pemerintah. Tokoh agama diharapkan mempertimbangkan perspektif perempuan dalam memahami ajaran agama, memertimbangkan kondisi spesifik yang dialami oleh perempuan korban kekerasan, serta mempertimbangkan suara perempuan korban agar tidak salah mengambil keputusan yang terbaik bagi korban. Misalnya perempuan korban perkosaan tidak semestinya dipaksa untuk menikah dengan pelaku.

Komnas Perempuan

Sastra Jawa dan Bahasa Jawa

Sejarah Sastra Jawa dimulai dengan sebuah prasasti yang ditemukan di daerah Sukabumi (Sukobumi), Pare, Kediri Jawa Timur. Prasasti yang biasa disebut dengan nama Prasasti Sukabumi ini bertarikh 25 Maret tahun 804 Masehi. Isinya ditulis dalam bahasa Jawa Kuna.

Setelah prasasti Sukabumi, ditemukan prasasti lainnya dari tahun 856 M yang berisikan sebuah sajak yang disebut kakawin. Kakawin yang tidak lengkap ini adalah sajak tertua dalam bahasa Jawa (Kuna).

Biasanya sejarah sastra Jawa dibagi dalam empat masa:
* Sastra Jawa Kuna
* Sastra Jawa Tengahan
* Sastra Jawa Baru
* Sastra Jawa Modern

Sedang untuk bahasa Jawa terbagi menjadi delapan tingkatan:
* Ngoko
* Ngoko Andhap
* Madhya
* Madhyantara
* Kromo
* Kromo Inggil
* Bagongan
* Kedhaton

Dalam masyarakat Jawa terdapat penuturan penggunaan bahasa; dalam penerapannya masyarakat jawa sering menyebutnya dengan unggah-ungguh. Seiring dengan perkembangan zaman semakin kritis kondisi bahasa Jawa. Tatanan penggunaan bahasa dan unggah-ungguh telah berkurang. Banyak dari masyarakat muda Jawa, tidak mengerti bahasa tata krama. Ini disebabkan karena penggunaan bahasa yang lebih sering didengar (umum) adalah bahasa sehari-hari tidak lagi digunakan tingkatan sosial dalam bahasa pengucapan yang dipergunakan. Faktor lain karena pendidikan bahasa Jawa dalam sekolah tak lagi optimal dan bahkan dalam sejumlah sekolah modern telah ditiadakan pelajaran bahasa Jawa. Jika ditelaah kembali dalam bahasa Jawa itu terdapat sebuah tatanan penghormatan kepada orang yang diajak bicara dan budi pekerti yang luhur bagi orang yang berbicara.

Al-Azhar Terbitkan Ensiklopedia Bahasa Ibrani

Universitas Al-Azhar berhasil menerbitkan sebuah ensiklopedia yang memuat glosari istilah-istilah agama Yahudi dalam bahasa Ibrani (Hebrew).

Menurut Ketua Departemen Bahasa dan Terjemah, FakultasBahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Zamzam Suad, ensiklopedia tersebut dibuat dengan mengacu kepada beberapa kitab warisan agama Yahudi.

Beliau menambahkan, bahwa proyek ini dibantu oleh sepuluh mahasiswa dari Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar, yang diawasi oleh para Dosen Ahli dalam bidang bahasa Ibrani. Saat ini, ensiklopedia ini menjadi rujukan utama Fakultas Bahasa dan Terjemah Universitas Al-Azhar.

Untuk membantu dalam memahami beberapa istilah sulit dalam bahasa Ibrani, ensiklopedia ini dilengkapi dengan deskripsi, penjelasan, dan kesimpulan serta contoh-contoh yang mudah untuk dipahami. Ensiklopedia ini, dapat dijadikan sebagai referensi dasar serta panduan bagi siapa saja yang berminat untuk mengetahui secara mendalam tentang Yahudi atau Bani Israel.

Tim penyusun ensiklopedia ini, terdiri dari Wakil Dekan Fakultas Bahasa
dan Terjemah, Dr. Mustafa Abdul Syafi, Ketua Departemen Bahasa Ibrani Fakultas Bahasa dan Terjemah, Dr. Khaled Abdul Latif dan beberapa Profesor pada fakultas tersebut.

Menurut Guru Besar Fakultas Akidah dan Filsafat, Dr. Abdul Mu'ti Baiyumi, usaha menghimpun segala maklumat serta istilah yang berhubungan dengan agama Yahudi sangat penting dewasa ini.

Sedang menurut Dr. Muhammad Syamah, Ketua Departemen Bahasa Jerman Al-Azhar, yang juga Penasehat Kementerian Wakaf Mesir, ensiklopedia amat penting bagi kalangan peneliti dan mahasiswa, untuk memperkasa informasi mereka tentang agama Yahudi.

Beliau juga menambahkan, usaha sesuatu untuk menerjemahkan dari satu bahasa ke satu bahasa tertentu, merupakan dasar ke arah pencapaian suatu peradaban, lebih-lebih lagi terjemahan yang berhubungan dengan sesuatu pegangan atau agama seperti Yahudi, yang merupakan salah satu agama samawi (langit) yang menjadi pegangan kepada kebanyakan Nabi di kalangan Bani Israel.

Sosialisasi I-4 di Timur Tengah

Ikatan Ilmuwan Indonesia Internasional (I-4) berencana akan menggelar Workshop Internasional dan Sosialisasi I-4 untuk kawasan Timur-Tengah, Asia Selatan dan Afrika pada bulan Juli mendatang di Cairo–Mesir.

Secara umum agenda ini akan terformat dalam bentuk Workshop yang direncanakan akan menghadirkan Prof. Dr. KH. Said Aqil Siradj, Dr. Anis Baswedan, Prof. Dr. Fasli Jalal, Dr. Andreas Raharso, Dr. Muhammad Reza, Ir. Agusman Effendi dan beberapa representasi ilmuwan-ilmuwan dari kawasan Timur-Tengah, Asia Selatan dan Afrika, serta juga dalam format Sosialisasi I-4 kepada seluruh perwakilan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) kawasan tersebut, berikut seluruh masyarakat Indonesia di Mesir.

Dr. Fadlolan Musyaffa, MA, selaku Koordinator I-4 Perwakilan Benua Afrika dan Timur Tengah, menyebutkan bahwa topik Workshop yang akan dibahas adalah Terorisme dan Human Trafficking. Di mana diharapkan dari dua topik utama ini, akan dihasilkan rekomendasi solutif yang bisa bermanfaat bagi pihak-pihak terkait di Indonesia semisal BIN dan Depnaker.

Proyek Workshop dan Sosialisasi I-4 ini benar-benar merupakan tantangan bagi Badan Kerjasama Persatuan Pelajar Indonesia (BK-PPI) Timteng dan sekitarnya untuk bersinergi membuktikan kontribusi dan potensi keilmuan mereka dalam arsitektur I-4. Ahmad Syukron Amin, mantan Ketum PPI Yaman yang juga merupakan SC dari kepanitiaan ini sangat pro-aktif mengkonsolidasi Rapat Virtual Mingguan SC maupun BK-PPI Timteng dan sekitarnya dalam rangka pematangan konsep Workshop dan Sosialisasi I-4 ini

Sejauh ini, kepanitian yang mensinergikan semua elemen Mahasiswa Indonesia Mesir dan beberapa pihak dari kawasan terkait ini sudah mulai berjalan dengan baik. Ketua Panitia, Heri Nuryahdin menampakkan keoptimisannya jika Timur-Tengah, Asia Selatan dan Afrika akan sukses menggelar bingkisan berarti bagi pembangunan martabat keilmuan Republik ini.

Achmad Adhitya, Phd, selaku Sekjen I-4 menyebutkan harapan besarnya agar kawasan ini bisa mengkonsolidasikan potensi ilmuwan-ilmuwannya, dan agar bisa memberikan informasi seluas-luasnya tentang I-4, demi memotivasi rasa percaya diri sebagai bangsa yang sebenarnya cerdas dan berkemampuan tinggi.

Fakultas-fakultas Universitas Al-Azhar Mesir

Berkiut daftar fakultas-fakultas di Universitas Al-Azhar Mesir. Untuk membantu teman-teman yang hendak melanjutkan studi di Universitas Al-Azhar Mesir. Semoga bermanfaat.

* Fakultas-fakultas Agama Universitas Al-Azhar Mesir:

1. Fakultas Syari’ah wa al-Qonun (Gelar License).
Penjurusan dimulai pada tingkat I:
Jurusan Syari’ah Islamiyah.
Jurusan Syari’ah wa al-Qonun, ditempuh lima tahun.

2. Fakultas Ushuluddin (Gelar License).
Penjurusan dimulai pada tingkat III:
Jurusan Tafsir dan Ulumu Al-Qur’an.
Jurusan Hadits dan Ulumu al-Hadits.
Jurusan Aqidah dan Filsafat.
Jurusan Dakwah dan Tsaqafah Islamiyah.

3. Fakultas Lughah al-‘Arabiyah (Gelar License).
Penjurusan dimulai pada tingkat I:
Jurusan Lughah ‘Arabiyah dan Adab.
Jurusan Tarikh wa al-Hadharah.
Jurusan Shahfahwa al-I’lam.

4. Fakultas Dirasat Islamiyah wa al-‘Arabiyah (Gelar License).

5. Fakultas Dakwah Islamiyah (Gelar License).

6. Fakultas Al-Qur’an dan Qiraat (Gelar License).


* Fakultas-fakultas Umum Putra Universitas Al-Azhar Mesir:

1. Fakultas Perdagangan (Gelar Bachelor).
Penjurusan dimulai pada tingkat III:
Jurusan A’mal wa Muhasabah (Management).
Ihsha’ (Akutansi).

2. Fakultas Farmasi (Gelar Bachelor).

3. Fakultas Kedokteran Gigi (Gelar Bachelor).
Diawali satu tahun masa persiapan sebelum kuliah dan satu tahun masa praktek setelah kuliah.

4. Fakultas Pertanian (Gelar Bachelor).
Penjurusan dimulai pada tingkat III:
Jurusan Umum.
Jurusan Pembasmi Hama.
Jurusan Persusuan.
Jurusan Ekonomi Pertanian.
Jurusan Perkebunan.
Jurusan Produksi Hewan.
Jurusan Pengadaan Pangan.
Jurusan Pertenaian Genetika Serangga Produktif.
Jurusan Agronomi.
Jurusan Agrologi.
Jurusan Teknik Pertanian.
Jurusan Produksi Pertanian.
Jurusan Penyakit Tumbuh-tumbuhan.
Jurusan Hewan Pertanian dan Nematoda.
Jurusan Produksi Ikan.

5. Fakultas Teknik (Gelar Bachelor).
Penjurusan dimulai pada tingkat I:
Jurusan Teknik Sipil.
Jurusan Teknik Rancang Bangun.
Jurusan Teknik Mesin.
Jurusan Sistem Teknik dan Akutansi.
Jurusan Teknik Pertambangan dan Perminyakan.
Jurusan Teknik Elektro.

6. Fakultas Bahasa dan Terjemah (Gelar Bachelor).
Penjurusan dimulai pada tingkat I:
Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris.
Jurusan Bahasa dan Sastra Spanyaol.
Jurusan Bahasa dan Sastra Ibrani.
Jurusan Bahasa dan Sastra Turki.
Jurusan Bahasa dan Sastra Prancis.
Jurusan Bahasa dan Sastra Jerman.
Jurusan Bahasa dan Sastra Parsi.
Jurusan Bahasa dan Sastra Afrika.
Jurusan Bahasa Urdu.
Jurusan Bahasa Eropa Lama.
Jurusan Bahasa Cina.
Jurusan Terjemah Bahasa Inggris.
Jurusan Studi Islam dengan Bahasa Inggris.
Jurusan Studi Islam dengan Bahasa Jerman.
Jurusan Studi Islam dengan Bahasa Prancis.

7. Fakultas Sains (Gelar Bachelor).
Penjurusan dimulai pada tingkat I:
Jurusan Fisika.
Jurusan Kimia.
Jurusan Biologi.
Jurusan Botani.
Jurusan Mikrobiologi.
Jurusan Zoologi.
Jurusan Matematika.
Jurusan Fisiologi.

8. Fakultas Pendidikan (Gelar License).
Penjurusan dimulai pada tingkat I:
Jurusan Studi Islam.
Jurusan Studi Arab.
Jurusan Studi Inggris.
Jurusan Geografi.
Jurusan Sejarah.
Jurusan Perpustakaan.
Jurusan Informasi dan Teknologi Pendidikan.
Jurusan Bidang Penyuluhan dan Kemasyarakatan.


* Fakultas-fakultas Umum Putri Universitas Al-Azhar Mesir:

1. Fakultas Study Kemanusiaan.
Memiliki beberapa bidang (syu’bah) sbb:
Bidang Humaniora (Gelar License).
Jurusan Psikologi
Jurusan Sosiologi Sejarah
Jurusan Geografi
Bidang Bahasa Eropa dan Terjemahan (Gelar License).
Jurusan Bahasa Inggris dan Terjemah
Jurusan Bahasa Prancis dan Terjemah
Bidang Bahasa Timur (Gelar License).
Jurusan Bahasa Parsi dan Ibrani
Bidang Tarbiyah (Gelar License).
Jurusan Adab dan Tarbiyah
Bidang Manuskrip, Perpustakaan dan Informasi (Gelar License).

2. Fakultas Perdagangan (Gelar Bachelor).
Penjurusan dimulai pada tingkat III:
Idarah A’mal wa Muhasabah (Management).
Ihsha’ (Akutansi).
Iqtishad (Ekonomi).

3. Fakultas Kedokteran (Gelar Bachelor).

4. Fakultas Farmasi (Gelar Bachelor).

5. Fakultas Sains (Gelar Bachelor).
Penjurusan dimulai pada tingkat I:
Jurusan Fisika.
Jurusan Kimia.
Jurusan Botani.
Jurusan Zoologi.
Jurusan Matematika.

Filosofi Anjing

Sepuluh sifat terpuji anjing yang seyogyanya senantiasa ada pada diri seorang Muslim:

  1. Senantiasa dalam keadaan lapar, hal ini merupakan sifat orang-orang sholeh.
  2. Tidak tidur malam kecuali hanya sebentar saja dan hal ini merupakan sebagian dari sifat para ahli tahajjud.
  3. Apabila keluar masuk seribu kali dalam sehari maka hanya akan melewati pintu majikannya, hal ini merupakan sebagian tanda-tanda orang jujur.
  4. Ketika mati tidak meninggalkan warisan dan hal ini merupakan sebagian tanda-tanda orang zuhud.
  5. Bersikap qona’ah ketika berada dimana saja walaupun di tempat yang tidak layak dan hal ini merupakan sebagian tanda-tanda orang yang ridho.
  6. Melihat kepada setiap orang yang memperhatikannya sampai memberinya sesuap makan, hal ini merupakan sebagian dari akhlak orang-orang miskin.
  7. Ketika keluar dan dilempari debu tidak marah dan tidak dendam, hal ini sesuai dengan akhlak orang-orang yang berbelas kasih.
  8. Ketika tempatnya diganggu akan meninggalkannya dan mencari tempat yang baru, hal ini merupakan sebagian perbuatan orang-orang terpuji.
  9. Ketika diberikan kepadanya secuil makanan ia akan menerimanya dengan senang hati, hal ini merupakan sebagian pertanda orang-orang yang qona’ah.
  10. Ketika bepergian tidak berbekal dan hal ini merupakan sebagian pertanda bagi orang-orang yang tawakal.
Sumber; Kitab Kasyifa as-Asaja

Mengenal Lebih Dalam Sosok Paling Berpengaruh Dalam Sejarah Manusia

Berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.

Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.

Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.

Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala. Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empat puluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk menjadi penyebar kepercayaan yang benar.

Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.

Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.

Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timur laut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.

Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.

Tapi, penaklukan besar-besaran di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al-Khattab itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.

Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.

Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.

Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari Perjanjian Lama.

Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia "pencatat" Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad e utara dan uluh dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.

Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.

Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan.

Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 - 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.

Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

Sumber; Seratus Tokoh Yang Paling Berpengaruh Dalam Sejarah Manusia,
Michael H. Hart .